Tentang perasaan, tentang rasa itu, tentang rasa comfortable, tentang
apa yang seharusnya diungkapkan, namun
tak terungkap. Kala itu, aku begitu bodoh mungkin, memasuki situasi
dengan rasa yang menyeramkan, yang
dulu akupun pernah dikecewakan olehnya. Namun siapa yang bisa
menahan?rasa itu
muncul ketika aku dan dia bersama, selalu bersama. Terlalu cepat
mungkin,
seharusnya aku bisa menahan diri untuk tidak menenggelamkan kepada rasa
itu.
Sosoknya yang bisa membuatku lupa atas segala permasalahan yang aku
alami,
didekatnya aku merasakan chemistry
comfortable, bukan salahnya, namun ini salahku yang begitu mudah untuk
merasakan dan terjerumus pada rasa-rasa yang mengakibatkan kefatalan
pada
akhirnya. Seharusnya aku bisa menahan agar
rasa itu tidak hadir. Mungkin setelah ini, aku harus bisa menghilangkan
rasa itu disaat aku bersamanya. Karena pada akhirnya, bukan aku, tapi
orang lain yang bisa membuatnya merasa bahagia. I know i shouldn't be
jealous, bcz u r not even mine, but i can't lie to myself dat's hurts
me a lot everytime i hear u talk bout the others girl who u admire, it's
hurts me more to realize dat u don't notice my presence and u 'll never
admire me back like the way i admire u. Idk, why i feel comfortable when i'm with u, but i know u not feel the same. Penyimpulan-penyimpulan,
dan ekspektasi-ekspektasi dari diri ini yang akhirnya membuat aku
terjerumus dalam rasa kecewa itu lagi. Seharusnya aku bisa menelaah; apa
yang kita rasakan itu hanya bertarafkan "teman" tidak lebih.
Selama ini aku hanya menyambung-nyambungkan situasi yang ada, sehingga
aku memeiliki pemikiran-pemikiran yang pada kenyataannya pemikiran itu
nihil dari apa yang sebenarnya. Karena pada dasarnya banyak orang yang
patah hati di dunia ini bukan hanya karena cinta tak terbalas. Namun dia
dihukum oleh tebakannya sendiri. Menebak seolah seorang itu sayang
kepadamu, padahal dia hanya orang yang baik kesemua orang. Dan kalau
sudah begini, siapa yang akan disalahkan?juga tidak ada yang bisa
disesalkan, oleh sebab itu janganlah menebak-nebak untuk urusan
perasaan. Bertanya langsung atau kalau tidak berani, setidaknya jangan
menebak-nebak apa yang ada di dada dan kepala.
Urusan perasaan kadang memang begitu rumit. Sebenarnya bukan karena
perasaan yang rumit, namun kau dan fikiranmu yang membuat rumit, kau
membuat semua menjadi teka-teki, kau ajukan pertanyaan kepada dirimu
sendiri padahal yang kau harapkan adalah jawaban atas perasaan yang
dirasakan. Mana mungkin bertemu jawabannya yang sebenarnya. Banyak orang
yang pintar memendam perasaannya kepada seseorang, mungkin aku
termasuk, namun seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk
merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya
berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun
mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata
dan mana simpul yang dusta.
Actually, I love when u're here, but maybe I'm better when u're gone. And then, I try to smile.
Bcz, if it comes i must let it, and if it goes, i must let it too.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar