“MAKALAH
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN”
Nama: Luthfan Noor
Aditya
Jurusan: Ilmu
Komunikasi
NPM: 14816136
Kata
Pengantar
Puji dan syukur kami ucapkan kepada tuhan yang maha esa
atas waktu dan kesempatan yang diberikan sehingga dapat menyelesaikan makalah
ini dengan tepat pada waktunya. Tidak lupa kami sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya
kepada yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam penyususan
makalah ini yang berjudul Ketahanan Nasional dalam persatuan& kesatuan Bangsa
Indonesia menyadari
dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kami
mohon kritik dan saran yang membangun agar kedepannya kami bisa lebih baik
lagi.
Semoga makalah ini memberikan informasi
yang berguna serta bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu
pengetahuan bagi kita semua.
Jakarta, 2017
Penyusun
Daftar Isi
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang....................................................................................... 1
BAB II Pembahasan
2.1kondisi wilayah Astronomis
perbatasan Negara kesatuan Republik Indonesia
.. 2
2.2 Kendala dalam menjaga keutuhan wilayah perbatasan
Nkri............... 2
2.3 Makna Keutuhan Bangsa&Nkri........................................................... 2
2.4 Peran Arsip dalam Mengawal Keutuhan Wilayah
NKRI ..................................... 2
2.5 Peran serta Pemuda dalam Menjaga Keutuhan NKRI...................................... 3
2.6 Memperkokoh Ketahanan Nasional 3
2.7 Untuk
Menjaga Budaya Nasional Indonesia 3
BAB III Kesimpulan dan Saran
3.1
Kesimpulan......................................................................................... 4
3.2 Saran................................................................................................... 4
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada
jaman sekarang pemuda merupakan generasi harapan bangsa. Maju tidaknya suatu
bangsa bisa dilihat dari pemudanya sehingga pemuda mempunyai tuntutan supaya
berkualitas dan cerdas. Semakin banyaknya pemuda yang berkualitas dan cerdas
akan menjadi investasi besar bagi perkembangan dan kemajuan bangsa. Harapan
akan bangkitnya bangsa Indonesia akan mulai terbuka lebar jika para pemudanya
mau bergerak serentak membangun bangsa tanpa ada tekanan dan ancaman dari pemerintah,
justru pemerintah harusnya mendukung dan memfasilitasi para pemuda yang ingin
menjadi pejuang bangsa dan menjaga Bangsa Indonesia supaya tidak terpecah Balau
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kondisi
Wilayah Perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia
indonesia yang terletak
di Asia Tenggara pada koordinat 60LU – 110LS dan 950
BB-1410 BT, melintang diantara benua Asia dan Australia serta antara
Samudra Pasifik dan Samudra Hindia (terbentang sepanjang 3.977 mil). Karena letaknya
berada diantara dua bbenua dan dua samudra, maka Indonesia disebut juga sebagai
NusantaraLuas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km2 dan luas
perairannya 3.257.483 km2. Pulau yang terpadat penduduknya adalah
Pulau Jawa, dimana setengah populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5
pulau besar, antara lain Pulau Jawa dengan luas 132.107 km2, Pulau
Sumatera dengan luas 473.606 km2, Pulau Kalimantan dengan luas
539.460 km2, Pulau Sulawesi dengan luas 189.216 dan Pulau Papua
dengan luas 421.981 km2. Batas wilayah Indonesia searah penjuru mata
angin, yaitu
·
Utara : Negara Malaysia, Singapura, Filipina, dan Laut China Selatan
·
Selatan : Negara Australia, Timor Leste, dan Samudra Hindia
·
Timur : Negara Papua Nugini, Timor Leste, dan Samudra Pasifik
2.2 Kendala
dalam Menjaga Keutuhan Wilayah Perbatasan NKRI
Wilayah perbatasan suatu negara yang meliputi wilayah daratan dan perairan
merupakan kawasan tertentu yang mempunyai dampak penting serta peran strategis
bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Wilayah tersebut memiliki
keterkaitan yang erat dengan kegiatan di wilayah negara lain yang berbatasan
dengan Indonesia, baik dalam lingkup nasional, regional (antar negara) maupun
internasional. Disamping itu wilayah perbatasan juga mempunyai dampak politis
dan fungsi pertahanan dan keamanan nasional. Oleh karena peran strategis
tersebut, maka penjagaan wilayah perbatasan Indoensia merupakan prioritas
penting pembangunan nasional untuk menjamin keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Akan tetapi, dalam praktek di lapangan terdapat hambatan ataupun
ancaman yang seringkali merugikan bagi kepentingan bangsa Indonesia
2.3 Makna Keutuhan Bangsa dan NKRI
Pertama adalah anasir dari luar yang digambarkan oleh
Negara tetangga kita, Malaysia. Anasir kedua adalah anasir yang muncul dari
dalam NKRI sendiri. Anasir itu ada yang sudah berwujud gerakan yang secara terang-terangan berani melakukan
makar seperti Gerakan Aceh Merdeka, Republik Maluku Selatan dan Gerakan Papua
Merdeka, ada juga yang berupa kelompok kecil yang belum kelihatan. Kasus-kasus
persengketaan antar
warga atau antar instansi pemerintah patut juga diwaspadai. Sekecil apapun
sengketa atau perselisihan tersebut akan menggangu sendi-sendi kerukunan dan
persatuan bangsa jika tidak disikapi secara bijaksana. Memperhatikan diskripsi
dan pengalaman di atas terlihat bahwa pemahaman tentang keutuhan NKRI mencakup
makna keutuhan wilayah, meliputi seluruh pulau dengan segenap tanah, air dan
udara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, keutuhan khasanah budaya
meliputi adat istiadat, karya cipta dan hasil pemikiran Bangsa Indonesia dan
suku-suku di seluruh wilyah NKRI, keutuhan sumber daya alam (SDA), meliputi
seluruh kekayaan alam berupa barang tambang, flora dan fauna beserta seluruh
plasma nutfahnya, keutuhan penduduk atau sumber daya manusia (SDM), meliputi
keutuhan orangnya, statusnya, keselamatan bahkan kesejahteraannya.
2.4
Peran Arsip dalam Mengawal Keutuhan Wilayah NKRI
Indonesia adalah negara besar dilihat dari jumlah penduduk maupun luas
wilayahnya dan jumlah pulaunya. Indonesia mempunyai penduduk lebih dari 210
juta jiwa dan mempunyai 17 ribu lebih pulau. Betapa sulitnya menjaga dan
merawat pulau sebanyak itu. Jangankan merawat memberi nama saja tidak mudah.
Betapapun berat tugas merawat dan menjaga Indonesia Raya itu Pemerintah dan
segenap komponen bangsa harus tetap berkomitmen untuk melaksanakannya demi
keutuhan NKRI
2.5
.
Peran serta Pemuda dalam Menjaga Keutuhan NKRI
Dalam kosakata
bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi muda dan kaum
muda yang memiliki terminologi beragam. Untuk menyebut pemuda, digunakan
istilah young human resources sebagai salah satu sumber pembangunan. Mereka
adalah generasi yang ditempatkan sebagai subjek pemberdayaan yang memiliki
kualifikasi efektif dengan kemampuan dan keterampilan yang didukung penguasaan
iptek untuk dapat maju dan berdiri dalam keterlibatannya secara aktif bersama
kekuatan efektif lainnya guna penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi
bangsa. Meskipun tidak pula dipungkiri bahwa pemuda sebagai objek pemberdayaan,
yaitu mereka yang masih memerlukan bantuan, dukungan dan pengembangan ke arah
pertumbuhan potensi dan kemampuan efektif ke tingkat yang optimal untuk dapat
bersikap mandiri dan melibatkan secara fungsional.
2.6 Memperkokoh
Ketahanan Nasional
Secara umum, setiap negara
berpotensi menghadapi ancaman militer dan non militer termasuk ancaman hibrida
(hybrid warfare) atau gabungan
ancaman militer dan non militer sebagai dampak dari kemajuan teknologi komukasi
dan informasi. Semua ancaman bisa terjadi terhadap suatu negara dapat
dipastikan berpengaruh ketahanan nasional di bidang ideologi, politik, ekonomi,
sosial budaya, pertahanan dan keamanan, serta teknologi. Disana terdapat ongkos
sosial (social cost) dan kerugian
negara sebagai dampak negatif yang ditimbulkan.
2.7 Untuk
Menjaga Budaya Nasional Indonesia
3
Arus globalisasi sekarang ini begitu ceoat masuk ke
dalam masyarakat, terutama di kalangan pemuda. Globalisasi memiliki dampak
negatif dan positif dalam pengaruhnya. Dalam globalisasi modernisasi diartikan
sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang
tradisional atau dari masyarakat pra-modern menuju kepada suatu masyarakat yang
modern. Modern berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan
meningkatnya taraf penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata. Modern
juga berarti kemanusiaan yang tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup
bermasyarakat.
4
Langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak negatif
globalisasi terhadap nilai-nilai nasionalisme, antara lain
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pemuda memiliki potensi yang besar dalam menyelesaikan
persoalan bangsa, terutama persoalan yang menyangkut ketahanan nasional, meski
tidak dipungkiri bahwa persoalan dalam diri pemuda juga banyak. Yang terpenting
adalah kesadaran pemuda untuk mampu mengubah dirinya dari obyek pembangunan
menjadi subyek pembangunan dan mampu tampil untuk mendukung ketahanan nasional
bangsa ini.
Persoalan bangsa memang tidak dapat segera
diselesaikan, tetapi setidaknya dengan membangun kesadaran bagi pemuda, maka
problem ketahanan nasional memiliki harapan untuk makin diperkokoh.
Cara untuk menjaga keutuhan negara, antara lain.
1. Bangga
sebagai bangsa Indonesia
2. Menjaga
persatuan dan kesatuan wilayah bangsa
3. Menjaga
kekayaan alam Indonesia sebagai warisan untuk digunakan generasi bangsa di masa
yang akan datang
4. Menjaga
kekayaan budaya dan keragaman suku bangsa dengan saling menghormati perbedaan
5. Mempertahankan
kemerdekaan Indonesia
6. Menjaga Ras&Budaya yang ada
di indonesia supaya tidak terjadinya perselisihan
B. Saran
Seorang pemuda mempunyai tugas untuk menjaga dan
mempertahankan keutuhan NKRI diperlukan kesadaran yang tinggi. Rasa Cinta Tanah
Air Indonesia perlu ditanamkan sejak dini oleh karena itu, pendidikan
kewarganegaraan sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter bangsa& Menjaga
Suku Bangsa yang ada di Indonesia
DAFTAR
PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar